Chef Juna: Jadi Chef Itu Kutukan

[imagetag]

Chef Juna mulai dikenal publik setelah menjadi salah satu juri acara MASTERCHEF. Penampilannya yang nyentrik dengan komentar yang pedas dan tajam membuatnya langsung terkenal. Rupanya keketusan itu berasal dari perjuangan menjadi chef yang keras.

?Saya ini bukti hidup bagai siapapun yang tidak pernah sekolah chef tapi ingin menjadi seorang chef. Semua mungkin terjadi. Makanya nggak ada janji manis buat para peserta. Yang ada janji pahit. Kalo jadi Masterchef tapi kerjaannya nggak bener, jangan sampai saya strict di luar,? ujarnya, ditemui di perskon MASTERCHEF 2 di Hardrock Caf?, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (3/7).

?Bekerja sebagai chef itu kutukan buat relationship. Kerja 14 jam sehari. Mau Valentine Day, kita kerja di dapur. Natal juga di dapur. Jadi chef itu busuk?
Chef Juna


Menurut Chef Juna, menjadi chef adalah kutukan. ?Bekerja sebagai chef itu kutukan buat relationship. Kerja 14 jam sehari. Mau Valentine Day, kita kerja di dapur. Natal juga di dapur. Jadi chef itu busuk," tukasnya.

"Ya harus ada sacrifice. Kalo soal passion, pembantu saya juga di rumah pinter masak. Tapi untuk berjalan sejauh ini dengan profesional, rela nggak? Waktu dengan keluarga berkurang,? kata Chef Juna.

Kedisiplinan bekerja membuat Chef Juna hanya memiliki sedikit waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-temannya. ?Selama 13 tahun di Amerika jadi chef, saya ingat hanya sekali datang ke pernikahan dan 3 kali datang ke ulangtahun teman. Waktu perayaan saya harus mempersiapkan makanan untuk para tamu,? ucapnya mengingat.

Mungkinkah kutukan itu yang membuatnya putus dengan Aline Adita?