Beredar Foto Mark Zuckerberg Pendiri Facebook Sedang Pesta Telanjang

Belum lama ini situs jejaring sosial dikejutkan oleh kehadiran foto setengah telanjang yang tidak lain adalah pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Foto telanjang Mark Zuckerberg pemilik Facebook yang pertama kali menyebar lewat situs TMZ, memperlihatkan sang CEO yang sedang menghadiri sebuah pesta dengan tampil bertelanjang dada, alias topless, bersama dengan beberapa teman pria yang lain. Alhasil, foto tersebut langsung beredar luas dan menghebohkan dunia internet. Sepertinya Mark Zuckerberg sedang menghadiri pesta telanjang yang diadakan kenalannya.
Dalam foto itu Mark Zuckerberg tampak sedang mengusap bulu dadanya sambil bertelanjang. Foto Mark Zuckerberg naked (telanjang) ini tampak di situs untuk berbagi foto, Imgur. Foto shirtless Mark Zuckerberg yang tidak biasa ini diunggah oleh anonym yang juga mengatakan bahwa foto ini diambil dari akun Facebook.
Di foto kedua, ada gambar manager project Facebook, Sam Lessin sedang menghadap kamera dengan memegang gelas wine kosong. Kabarnya, foto itu diambil di pesta pernikahan product manager Facebook, Justin Shaffer.
Menurut kabar lain seperti yang dilansir IB Times, awalnya foto ini diupload oleh Director of engineering Facebook, Andrew Bosworth. Namun tidak beberapa lama setelah diunggah, foto tersebut langsung dihapus. Namun sayangnya foto tersebut sudah terlanjur diunduh oleh beberapa pihak sebelum akhirnya disebarluaskan di internet. Andrew sendiri juga tampak di foto tersebut.
Apabila kejadian ini diakui sebagai sebuah kecelakaan, hal ini menandakan bahwa Mark Zuckerberg dan timnya telah gagal dalam membuat pengaturan privasi yang aman di situs jejaring sosial mereka.
Foto pesta telanjang Mark Zuckerberg ini dipercaya diambil saat pesta pernikahan Justin Shaffer. Foto ini muncul saat Federal Trade Commission berusaha mencari jalan keluar dengan Facebook sehubungan dengan adanya pengambilan data pengguna Facebook tanpa persetujuan hukum.
Perusahaan jejaring sosial ini tidak mengakui adanya kesalahan namun mereka setuju untuk tetap tunduk pada pemerintah dengan mengikuti penerapan privasi setiap tahun untuk dua puluh tahun ke depan. Perusahaan ini juga berupaya mendapatkan persetujuan dari pengguna sebelum mengubah jenis konten mereka.
(Op);sumber:unic29.com