Happy Salma Buktikan Totalitas Dalam 'AIR MATA TERAKHIR BUNDA'

Happy Salma Buktikan Totalitas Dalam 'AIR MATA TERAKHIR BUNDA'

Happy Salma
[imagetag]

Happy Salma. Foto: RK23 Pictures

Happy Salma, Vino G Bastian dan Rizky Hanggono akan menyuguhkan akting mereka dalam kisah humanis tentang perjuangan seorang ibu dalam menghantarkan anak-anaknya ke jenjang kesuksesan. Kisah humanis tersaji dengan latar belakang kota Sidoarjo yang maju dan modern namun kental dengan kearifan lokal.

Salah satu karakternya adalah sosok seorang Ibu, single mother bernama Sriyani (Happy Salma). Sriyani merupakan sosok mulia yang berjiwa penuh pengorbanan dan perjuangan demi kesuksesan kedua anak laki-lakinya, Iqbal (Rizky Hanggono) dan Delta (Vino G Bastian).

Dalam menyelami karakter Sriyani, Happy Salma berkomitmen untuk menjalani program workshop pendalaman peran langsung di lokasi target shooting yaitu di Sidoarjo.

Selama tiga hari pada awal Agustus lalu, Happy Salma secara intens akan mengenal lingkungan dan kebiasaan warga setempat serta berusaha meraih chemistry dengan pemeran kedua anaknya Iqbal dan Delta versi anak dan remaja. Pemeran remaja tersebut adalah bakat bersinar hasil casting di Sidoarjo satu bulan yang lalu.

"Secara cerita, saya jatuh hati dengan sosok Sriyani. Ibunda saya pun seorang pekerja keras, dan membesarkan Saya dan saudara – saudara dengan ketekunan dan 'endurance' yang luar biasa," ujar Happy Salma seperti dikutip dari press release film. Ia merasakan semangat yang dulu diperlihatkan ibunya dalam plot naskahnya.

Peran yang didapatnya sekarang ini sangat cocok dengan prinsipnya untuk mencari peran kuat. Happy pun bertekad untuk menghidupkan peran Sriyani ini. "Ini merupakan bentuk keseriusan saya berada di ranah industri layar lebar. Saya ingin belajar dialek Sidoarjo yang khas; Saya juga betul - betul harus sanggup memasak Lontong Kupang, naik sepeda kuno, dan tantangan lain, supaya Sriyani 'hidup' dalam diri Saya," paparnya.

Antusias Happy Salma tersebut tentunya disambut gembira sang sutradara, Endri Pelita. "Sebagai sutradara, salah satu agenda saya dengan para pemain adalah agar mereka menerima peran dengan rasa cinta dan pemahaman, sehingga mampu menghidupkan karakter yang diperankan," ujar Endri.

Sang sutradara menghargai kerja kelas Happy Salma dalam mempelajari perannya itu. "Semakin banyak pemain yang mau berkorban untuk serius dalam mendalami perannya, semakin dekat langkah masyarakat film untuk menghasilkan yang terbaik buat masyarakat," tutup Endri Pelita.