[Hikmah Puasa] Bersih diri dan Hati dibulan Ramadhan

Quote:

[imagetag]

Quote:


Quote:

[imagetag]


Keadaan jiwa seseorang menjadi penentu utama bagi diri dalam bersikap dan berperilaku. Sikap dan perilaku yang baik atau buruk sangat ditentukan oleh apakah jiwanya bersih atau tidak. Puasa mendidik kita untuk menjadi manusia yang memiliki jiwa yang bersih.

Bulan Ramadan ini harus ditata dengan kebersihan diri dan harus dapat melatih diri untuk senantiasa hidup bersih lahir batin. Pola hidup bersih harus berawal dari diri sendiri. Mulailah berlatih hidup bersih dari hati, lisan, sikap, dan tindakan. Setiap untaian kata yang keluar dari lisan kita haruslah penuh makna, hindari kata-kata kotor, keji, dan tidak senonoh. Makin bersih diri kita, insya Allah kita akan lebih peka melihat aib dan kekurangan diri sendiri. Bahkan, kita akan lebih peka terhadap peluang amal dan ilmu.

Nabi Muhammad saw, adalah figur pribadi yang bersih tubuh, bersih pikiran, bersih ucapan, dan bersih hati. Tutur kata beliau penuh makna, jauh dari sia-sia. Sikap dan penampilan beliau juga senantiasa rapi, bersih, dan bersahaja. Setiap kali berwudu, Rasulullah selalu bersiwak (menggosok gigi), sesudah makan, beliau juga bersiwak dan menjelang tidur pun beliau bersiwak. Rasulullah tekun memelihara kebersihan tubuhnya. Tidak ada satu pun keterangan yang menyebutkan bahwa tubuh beliau kotor dan kusam. Bahkan, keringatnya pun harum.

Tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda hidup bersih. Detik demi detik di bulan mulia ini harus mampu membersihkan lisan kita, pandangan kita, hati kita, dan harta kita.