Menangis, Rhoma Irama Klaim Benar

[imagetag]

Rhoma Irama menangis saat hendak diperiksa Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta. Rhoma menangis, karena merasa apa yang disampaikannya adalah pesan dalam Al-Quran.

Rhoma Irama mendatangi kantor Panwaslu sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah menjalani pemeriksaan sekitar 1,5 jam, Rhoma menyempatkan diri untuk memberikan keterangan pers. Di situ, Si Raja Dangdut itu sempat menitikan airmata dan menyekanya dengan sorban yang dikenakanannya.

"Saya diundang dalam rangka klarifikasi. Di sana saya mengucapkan sebuah ayat. Allah berfirman bahwa orang Islam dilarang memilih orang kafir sebagai pemimpin," kata Rhoma, di kantor Panwaslu, Jakarta, Senin (6/8).

Setelah menyampaikan satu kalimat, Rhoma kemudian menangis, suaranya berat dan kemudian menyeka airmatanya dengan sorbannya.

"Sanksinya menjadi musuh Allah. Kedatangan saya ke Masjid Al-Isra sebagai mubalig, sebagai ulama. Pesan Al-Quran tentang memilih pemimpin harus disampaikan," tutupnya.

Kedatangan Rhoma Irama adalah untuk memenuhi panggilan Panwaslu DKI Jakarta terkait isi ceramahnya yang mengundang kontroversi di Masjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Ayah kandung Ridho Rhoma itu mengatakan, diperbolehkan berkampanye SARA dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta.